Doa Bangun dari Rukuk

Dzikir & doa bangun dari rukuk (i‘tidāl) sesuai Al-Qur’an dan hadits sahih, dirujuk dari kitab Hisnul Muslim.

Kontrol Baca
Tampilkan Bagian

1.Tasmi‘ (bangun dari rukuk): “Sami‘allāhu liman ḥamidah” (1×)

0 / 1
Instruksi
Dibaca imam dan orang yang shalat sendiri saat bangun dari rukuk; makmum menjawab dengan tahmid pada item berikut.
Arab
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin (Arab–Indonesia)
Sami‘allāhu liman ḥamidah.
Terjemah
Allah mendengar (memperkenankan) orang yang memuji-Nya.
Sumber
HR. Bukhari no. 799; HR. Muslim no. 865; HR. an-Nasa’i no. 1068.
Keutamaan
Sinyal perpindahan dari rukuk ke i‘tidāl sekaligus memuji Allah.

2.Tahmid (jawaban): “Rabbanā wa laka al-ḥamd… ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh” (1×)

0 / 1
Instruksi
Dibaca saat i‘tidāl. Menurut banyak riwayat, makmum mengucapkan tahmid; imam/munfarid juga boleh mengucapkannya.
Arab
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
Latin (Arab–Indonesia)
Rabbanā wa laka al-ḥamd, ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh.
Terjemah
Wahai Rabb kami, hanya bagi-Mu segala puji; pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.
Sumber
HR. Bukhari no. 799; HR. Ibnu Majah no. 875–877.
Keutamaan
Pujian yang diperebutkan para malaikat untuk dicatat pertama kali.

3.Tambahan pujian: “Mil’a as-samāwāti… Ahlats-tsanā’i wal-majdi…” (1×)

0 / 1
Instruksi
Tambahan setelah tahmid di i‘tidāl; dibaca sesekali mengikuti sunnah tanawwu‘.
Arab
مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ. أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin (Arab–Indonesia)
Mil’a as-samāwāti wa mil’a al-arḍi, wa mā baynahumā, wa mil’a mā syi’ta min syai’in ba‘d. Ahlats-tsanā’i wal-majdi, aḥaqqu mā qāla al-‘abdu, wa kullunā laka ‘abd. Allāhumma lā māni‘a limā a‘ṭayta, wa lā mu‘ṭiya limā mana‘ta, wa lā yanfa‘u dzā al-jaddi minka al-jaddu.
Terjemah
“(Pujian) sebanyak memenuhi langit, memenuhi bumi, dan (memenuhi) apa yang ada di antara keduanya, serta memenuhi apa yang Engkau kehendaki setelah itu. (Engkau) yang berhak dipuji dan diagungkan; ucapan paling benar yang diucapkan seorang hamba; dan kami semuanya adalah hamba-Mu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, dan tidak bermanfaat (di hadapan-Mu) keberuntungan/kekayaan seseorang.”
Sumber
HR. an-Nasa’i no. 1068; HR. Ibnu Majah no. 878–879.
Keutamaan
Penegasan pujian seluas semesta dan pengakuan total sebagai hamba Allah.

Bagikan Halaman Ini

WhatsApp Telegram

Dukung Pengembangan

Bantu kami menambah materi dan fitur agar pembaca semakin nyaman. Dukungan Anda sangat berarti.