Dzikir Bangun dari Tidur

Panduan ringkas dan shahih untuk diamalkan saat bangun tidur di pagi hari.

Kontrol Baca
Tampilkan Bagian

1.Dzikir Saat Bangun Tidur

0 / 1
Instruksi
Dibaca segera setelah bangun tidur sebagai ungkapan syukur dan mengingat kebangkitan (an-nusyūr).
Arab
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Latin
Alḥamdu lillāhil-ladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā, wa ilaihin-nusyūr.
Terjemah
“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah Dia mematikan (menidurkan) kami, dan kepada-Nyalah tempat kembali (kebangkitan).”
Sumber
HR. Bukhari no. 6312 (Kitāb ad-Da‘awāt); dan Muslim no. 2711.
Keutamaan
Menumbuhkan syukur saat memulai hari dan mengingatkan akan hari kebangkitan.

2.Dzikir Saat Bangun Malam: Tahlil, Tasbih, Tahmid, Takbir & Hawqalah

0 / 1
Instruksi
Dibaca ketika terbangun di malam hari atau setelah bangun tidur. Setelah dzikir ini, dianjurkan berdoa memohon ampun; jika berwudu lalu salat, salatnya diterima (berdasarkan hadis).
Arab
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، رَبِّ اغْفِرْ لِي.
Latin
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.
Subḥānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar,
wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīm. Rabbighfir lī.
Terjemah
“Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji; Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar. Wahai Rabbku, ampunilah aku.”
Sumber
HR. Bukhārī no. 1154, Kitāb at-Tahajjud (“Man ta‘āra minal-layl…”).
Keutamaan
Doanya dikabulkan; jika berwudu lalu salat, salatnya diterima.

3.Dzikir Bangun Tidur: “Alḥamdu lillāhi alladzī ‘āfānī fī jasadī…”

0 / 1
Instruksi
Dibaca ketika bangun tidur sebagai syukur atas nikmat kesehatan, dikembalikannya ruh, dan diizinkan berdzikir.
Arab
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ
Latin
Al-ḥamdu lillāhi alladzī ‘āfānī fī jasadī, wa radda ‘alayya rūḥī, wa adzina lī bi dzikrih.
Terjemah
“Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan tubuhku, mengembalikan ruhku kepadaku, dan mengizinkan aku untuk mengingat-Nya.”
Sumber
HR. at-Tirmiżī no. 3401; lihat ringkasannya di Hisnul Muslim (no. 3). Juga diriwayatkan dalam an-Nasā’ī al-Kubrā no. 10636.
Keutamaan
Mengawali hari dengan syukur dan memperbarui izin untuk menyebut/berdzikir kepada Allah.

4.Bangun Malam: 10 Ayat Terakhir Āli ‘Imrān (3:190–200)

0 / 1
Instruksi
Dibaca ketika terbangun di malam hari (sebelum wudu dan salat malam), sebagaimana kebiasaan Nabi ﷺ.
Arab

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ

مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

لٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ لِّلْأَبْرَارِ

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Latin

Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-layli wan-nahāri la-āyātin li-ulī al-albāb.

Alladzīna yadzkurūna Allāha qiyāman wa qu‘ūdan wa ‘alā junūbihim, wa yatafakkarūna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ. Rabbanā mā khalaqta hādzā bāṭilan, subḥānaka, faqinā ‘adzāban-nār.

Rabbanā innaka man tudkhilin-nāra faqad akhzaytahū, wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār.

Rabbanā innanā sami‘nā munādiyan yunādī lil-īmān an āminū birabbikum fa āmannā. Rabbanā faghfir lanā dzunūbanā, wa kaffir ‘annā sayyi’ātinā, wa tawaffanā ma‘al-abrār.

Rabbanā wa ātinā mā wa‘adtanā ‘alā rusulika, wa lā tukhzinā yaumal-qiyāmah, innaka lā tukhliful-mī‘ād.

Fastajāba lahum rabbuhum annī lā uḍī‘u ‘amala ‘āmilin minkum, min dzakarin aw untsā; ba‘ḍukum min ba‘ḍ. Falladzīna hājarū wa ukhrijū min diyārihim wa ūdzū fī sabīlī wa qātalū wa qutilū, la-ukaffiranna ‘anhum sayyi’ātihim, wa la-udkhilannahum jannātin tajrī min taḥtihā al-anhār, tsawāban min ‘indi Allāh; wallāhu ‘indahu ḥusnu ats-tsawāb.

Lā yaghurrannaka taqallubu alladzīna kafarū fī al-bilād.

Matā‘un qalīlun tsumma ma’wāhum jahannamu wa bi’sal-mihād.

Lākin alladzīna ittaqaw rabbahum, lahum jannātun tajrī min taḥtihā al-anhār, khālidīna fīhā, nuzulan min ‘indi Allāh; wa mā ‘inda Allāhi khayrun lil-abrār.

Wa inna min ahlil-kitābi laman yu’minu billāhi wa mā unzila ilaikum wa mā unzila ilaihim, khāshi‘īna lillāh; lā yashtarūna bi āyāti Allāhi tsamanan qalīlan. Ulā’ika lahum ajruhum ‘inda rabbihim; inna Allāha sarī‘ul-ḥisāb.

Yā ayyuhalladzīna āmanū iṣbirū wa ṣābirū wa rābiṭū, wattaqū Allāha la‘allakum tufliḥūn.

Terjemah

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia; Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.”

“Ya Rabb kami, sesungguhnya siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh Engkau telah menghinakannya; dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.”

“Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang penyeru yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Rabbmu,’ maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang saleh.”

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu dan janganlah Engkau menghinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak menyalahi janji.”

Maka Rabb mereka memperkenankan permohonan mereka: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan; (sebagian) kamu adalah (bagian) dari (yang) lain. Orang-orang yang berhijrah, diusir dari kampung halamannya, disakiti di jalan-Ku, berperang dan terbunuh, pasti akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari sisi Allah.” Dan di sisi Allah ada pahala yang terbaik.

Janganlah kamu tertipu oleh bolak-baliknya orang-orang kafir (yang bebas bergerak) di negeri-negeri.

Itu hanyalah kesenangan yang sedikit; kemudian tempat kembali mereka adalah Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari sisi Allah. Dan apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan kepada apa yang diturunkan kepada mereka; mereka tunduk (khusyuk) kepada Allah; mereka tidak menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tetaplah bersiap siaga (rābiṭū), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Sumber
Disunnahkan oleh Nabi ﷺ saat bangun malam: HR. Bukhārī no. 183 (juga tercatat 4570) dan Muslim no. 763.
Keutamaan
Membuka malam dengan tadabbur ayat-ayat kauniyah–syar‘iyah sebelum berwudu dan salat malam.

Bagikan Halaman Ini

WhatsApp Telegram

Dukung Pengembangan

Bantu kami menambah materi dan fitur agar pembaca semakin nyaman. Dukungan Anda sangat berarti.